Prosedur Operasi Kista Ovarium

Operasi adalah cara mengobati kista ovarium yang biasa dianjurkan dokter, lalu seperti apa prosedur operasi kista ovarium tersebut dan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika operasi dilakukan, berikut kami berikan informasinya untuka anda silahkan disimak !

Operasi Kista Ovarium

Prosedur Operasi Kista Ovarium Dan Biaya Yang Harus Dikeluarkan

Kista ovarium adalah kondisi dimana tumbuhnya kantong berisi cairan di salah satu atau kedua ovarium ( indung telur ) yakni organ yang penting dalam sistem reproduksi wanita.

Fungsi dari ovarium sendiri adalah sebagai penghasil sel telur, hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita. Ketika ovarium mengalami gangguan maka dapat mempengaruhi fungsinya sehingga wanita yang mengalami akan sulit memiliki keturunan.

Salah satu gangguan ovarium yang paling sering ditemukan kasusnya adalah kista ovarium.

Pada dasarnya kista ovarium tidaklah berbahaya jika ukurannya kecil bahkan kista bisa hilang dengan sendirinya tanpa penanganan apapun. Namun pada kasus tertentu kista ovarium bisa tumbuh semakin besar sehingga menimbulkan berbagaimacam gejala dan keluhan berupa :

  • Perut membesar
  • Nyeri panggul sebelum dan sesudah menstruasi
  • Nyeri panggul saat berhubungan suami isteri
  • Perut terasa tertekan
  • Muah dan muntah

Selain itu ada beberapa kondisi yang menunjukan kista ovarium sudah membesar dan cukup berbahaya sehingga perlu dilakukan penanganan yang serius dan sesegera mungkin, yakni :

  1. Pendarahan yang lebih banyak saat menstruasi
  2. Siklus datang bulan menjadi tidak teratur
  3. Sulit memiliki anak
  4. Nyeri pada tulang panggul
  5. Nyeri saat berhubungan seksual
  6. Kesulitan buang air besar atau buang air kecil.

Operasi menjadi tindakan yang biasa disarakan oleh dokter jika beberapa gejala diatas mulai dirasakan oleh wanita penderita kista ovarium. Kondisi tersebut menunjukan bahwa kista ovarium sudah berukuran besar dan dikhawatirkan menimbulkan komplikasi seperti kista pecah dan torsi ovarium jika tidak diatasi dengan segera.

Prosedur Operasi Kista Ovarium

Berbicara prosedur operasi kista ovarium, maka ada 2 prosedur yang biasa dipilih oleh dokter dalam mengatasi kista ovarium, yakni :

1). Laparoskopi

Laparoskopi adalah operasi dengan sedikit rasa sakit dan membutuhkan waktu pemulihan lebih cepat.

Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan laparoskop (mikroskop berbentuk tabung kecil dengan kamera dan lampu di ujungnya) ke perut Anda melalui lubang kunci atau sayatan kecil di perut. Kemudian, gas diisikan ke perut Anda untuk memudahkan dokter melakukan tindakan.

Setelah itu, kista dihilangkan dan sayatan di perut Anda ditutup dengan jahitan yang bisa larut.

2.) Laparotomi

Operasi laparotomi dilakukan jika ukuran kista sudah sangat besar atau ada kemungkinan kista berkembang menjadi kanker.

Operasi kista ovarium laparotomi dilakukan dengan cara membuat sayatan tunggal di perut Anda, kemudian dokter mengangkat kista dan menutup kembali sayatan tersebut dengan jahitan.

Operasi apapun akan menimbulkan resiko dan efek samping termasuk operasi kista ovarium, beberapa resiko yang bisa muncul pasca operasi kista ovarium adalah sebagai berikut :

  • Mengalami keruskan usus atau kandung kemih pada saat operasi
  • Mengalami Infeksi
  • Timbulnya jaringan parut berbentuk dilokasi bedah, pada indung telur atau tuba falopi atau di panggul
  • Terjadi pendarahan di rahim
  • Infertilitas ( kemandulan )
  • Pembekuan Darah
  • Kista Ovarium dapat tumbuh dan muncul kembali pasca operasi

Selain menimbulkan dampak atau efek samping, pasca operasi pasien juga harus melalui dan menjalani masa penyembuhan yang tidak mudah dan singkat, utamanya jika operasi kista ovarium yang dijalani laparotomi waktu penyembuhan bisa mencapai 3 bulan.

Namun jika dokter yang melakukan operasi sudah sangat ahli maka kemungkinan efek samping atau dampak pasaca operasi akan minim terjadi karena dokter akan melakukan upaya terbaik agar tidak menimbulkan efek samping dikemudian hari.

Biaya Operasi Kista Ovarium

Biaya operasi kista ovarium di indonesia tergolong mahal, akan tetapi jika anda termasuk pasien BPJS maka anda bisa mendapatkan layanan operasi gratis alias tidak perlu mengeluarkan biaya jika operasi tersebut direkomendasikan oleh dokter. Pelayanan dan perawatan yang diberikan pun tidak jauh berbeda dengan yang reguler.

Sementara itu jika anda bukan pasien BPJS maka biaya operasi kista ovarium yang harus dikeluarkan sekali operasi adalah berkisar antara Rp.7.000.000 hingga Rp.20.000.000 an. Biaya akan semakin mahal lagi jika metode yang dipilih laparoskopi yakni berkisar Rp.24.000.000 hingga Rp.45.000.000.

Biaya operasi yang tidak murah dan adanya efek samping pasca operasi serta perawatan yang mesti dijalani adalah beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan bagi sebagian besar pasien kista ovarium untuk tidak memilih operasi dalam mengobati penyakit kista ovarium dan lebih memilih melakukan pengobatan kista ovarium secara alternatif yakni dengan konsumsi obat tradisional kista ovarium.

Namun kalaupun anda diharuskan melakukan operasi kista ovarium tersebut anda tidak perlu takut untuk menjalaninya karena dokter yang melakukan sudah pasti akan bekerja secara profesional sehingga efek samping akan minim terjadi.

Demikianlah informasi singkat tentang prosedur operasi kista ovarium dan biaya operasi kista yang harus dikeluarkan ini semoga apa yang telah kami sampaikan bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda, terima kasih banyak sudah menyimak dan jangan lupa bagikan jika anda rasa tulisan sederhana kami bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *